Misa Kamis Putih : Teladan Kasih dan Pelayanan yang Menghidupkan

DEPOK – Misa Kamis Putih di gelar di Paroki Santo Matheus Depok II Tengah pada Kamis sore, 2 April 2026.
Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti Gereja Paroki Santo Matheus Depok II Tengah dalam perayaan Misa Kamis Putih yang diselenggarakan pada Kamis, 2 April 2026.

Misa ini dirayakan secara konselebran dengan Selebran Utama RD. Jimmy Rampengan, didampingi oleh RP Kristoforus M. Ruku, OSM sebagai konselebran, serta dibantu oleh Frater Mateus Elbert Biliyandi. Seluruh rangkaian perayaan berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, didukung oleh para misdinar yang setia mendampingi sejak awal hingga akhir misa.

Kamis Putih merupakan awal dari Tri Hari Suci, yang secara khusus mengenangkan tiga peristiwa penting dalam hidup Yesus: Perjamuan Terakhir, institusi Ekaristi, dan teladan kasih dalam pelayanan melalui pembasuhan kaki. Dalam perayaan ini, umat diajak untuk masuk lebih dalam dalam misteri kasih Allah yang total dan tanpa syarat.

Dalam homilinya, RD. Jimmy Rampengan menekankan pentingnya kesetiaan kepada Yesus Kristus. Ia mengingatkan umat bahwa kasih Yesus bukanlah kasih yang biasa, melainkan kasih yang rela berkorban sepenuhnya demi keselamatan manusia. “Yesus memberikan diri-Nya secara total. Maka kita pun dipanggil untuk setia, bahkan dalam situasi yang tidak mudah,” pesan beliau kepada umat.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam perayaan ini adalah ritus pembasuhan kaki. Romo membasuh kaki dua belas orang yang mewakili para rasul, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh para ketua lingkungan dan perwakilan umat. Tindakan ini bukan sekadar simbol, melainkan sebuah teladan nyata tentang kerendahan hati dan panggilan untuk melayani sesama. Melalui ritus ini, umat diajak untuk meneladani Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Makna pembasuhan kaki ini menjadi sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang sering kali menekankan kekuasaan dan kepentingan pribadi, Yesus justru menunjukkan jalan yang berbeda: jalan pelayanan, pengorbanan, dan kasih tanpa pamrih. Setiap umat dipanggil untuk menjadi pelayan bagi sesama, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Menjelang akhir misa, suasana semakin hening saat dilangsungkan perarakan Sakramen Maha Kudus menuju tempat tuguran. Umat diajak untuk berjaga dan berdoa, mengenangkan saat Yesus berdoa di Taman Getsemani sebelum sengsara-Nya. Tuguran menjadi momen refleksi yang mendalam, di mana umat diajak untuk menemani Yesus dalam keheningan, kesetiaan, dan doa.

Perayaan Misa Kamis Putih ini bukan hanya sebuah ritual liturgi, tetapi juga menjadi undangan bagi setiap umat untuk menghidupi iman secara nyata. Kasih yang dirayakan dalam Ekaristi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari: dalam kesetiaan, dalam pengorbanan, dan terutama dalam pelayanan kepada sesama.
Semoga melalui perayaan ini, umat Paroki Santo Matheus semakin diteguhkan untuk berjalan bersama Kristus, setia dalam iman, dan menjadi saksi kasih-Nya di tengah dunia.


Penulis: Tim Komsos Santo Matheus
Foto: Dokumentasi Paroki

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

spot_img

Latest Posts