DEPOK – Umat Katolik memadati Gereja Santo Matheus, Depok, untuk mengikuti Ibadat Penghormatan Wafat Tuhan pada Jumat, 3 April 2026. Ibadat yang dimulai tepat pukul 15.00 WIB ini berlangsung penuh khidmat, membawa umat masuk ke dalam perenungan mendalam akan pengorbanan Yesus Kristus di Bukit Golgota.
Perayaan Liturgi yang Megah dan Khusyuk
Misa Jumat Agung kali ini dipimpin oleh Romo Paroki, RD. Jimmy Rampengan dan didampingi oleh RP. Kristoforus M. Ruku, OSM, serta dibantu oleh Frater Mateus Elbert Biliyandi.

Suasana hening menyelimuti gereja saat para imam melakukan prosesi prostratio (merebahkan diri di depan altar) sebagai simbol kerendahan hati dan duka cita mendalam Gereja atas wafatnya Sang Juru Selamat.
Kisah Sengsara Tuhan (Passio) yang Menggetarkan
Salah satu momen paling menyentuh dalam misa ini adalah pembacaan Kisah Sengsara Tuhan atau Passio. Tahun ini, narasi dramatis tersebut dibawakan dengan sangat apik oleh:
Aldo, Cesario, Fernandus

Penghayatan para pembawa Passio, diiringi oleh harmoni suara dari Koor Wilayah Antonius, berhasil membawa umat seolah hadir langsung di jalur Via Dolorosa. Nyanyian yang dibawakan Koor Wilayah Antonius menambah kedalaman spiritualitas sepanjang prosesi liturgi sabda.
Homili: Cinta yang Memberi Diri
Dalam homili singkatnya, RP. Kristoforus M. Ruku, OSM, mengajak umat untuk merenungkan makna salib bukan sekadar sebagai simbol penderitaan, melainkan sebagai tanda kemenangan cinta. Beliau menekankan pentingnya memiliki hati yang rela berkorban dan setia, meneladani Kristus yang taat sampai mati.
“Salib adalah bukti bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia dalam penderitaan-Nya. Di atas salib, maut dikalahkan oleh kasih yang tak terbatas,” ungkap Romo Kristoforus.
Penghormatan Salib Suci
Misa kemudian dilanjutkan dengan ritual Penghormatan Salib. Satu per satu umat maju dengan penuh hormat untuk menyembah salib, mengakui bahwa melalui kayu salib inilah sukacita datang ke seluruh dunia.

Meski gereja dipenuhi umat, prosesi berjalan dengan tertib dan tenang hingga berakhirnya komuni dan ritus penutup.
Dengan berakhirnya Misa Jumat Agung ini, umat Paroki Santo Matheus kini memasuki masa hening Sabtu Suci, menantikan fajar kebangkitan pada Malam Paskah.
Penulis: Tim Komsos Santo Matheus
Foto: Dokumentasi Paroki


