KRK dan Doa Penyembuhan

Kebangunan Rohani Katolik dan Kesembuhan: Karya Penyelamatan Tuhan Ditunjukkan Lagi Melalui Gereja.

25 Mei 2025, pada jam 17:00 WIB, Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Paroki Santo Matheus Depok bersama dengan PDPKK (Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik) Santo Matheus Depok II Tengah menyelenggarakan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) dan Doa Penyembuhan di Gereja.

Acara KRK ini sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan HUT ke-25 Paroki Santo Matheus Depok yang jatuh pada 15 Juni 2025.

Musik pop religius, lengkap dengan drum dan gitar Listrik, diputar di pengeras suara lingkungan gereja, melawan stereotip umum mengenai Gereja Katolik sebagai suatu organisasi religius yang tertinggal jaman dan kuno. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini PDPKK memiliki proker lain, PDPKK berhasil menunjukkan bahwa Gereja Katolik adalah organisasi yang mampu hidup ditengah dan berprogesi bersama-sama dengan dunia.

Acara ini, yang diikuti baik kalangan Orang Muda Katolik maupun Umat Lanjut Usia, berlangsung secara meriah, dengan antusiasme seluruh peserta ibadah. Tiada satu hati tidak tergerak. Worship Leader Venny Ramirez, bersama dengan Romo Felix Supranto, SS.CC, serta RD. Jimmy Rampengan, RD. Ag. Adi Judiantono, Ag. Anton Widarto, OFM. berhasil memikat hati para peserta untuk Tuhan. Pada acara ini, datang pula Romo Agustinus Anton Widarto, OFM. dari Paroki St. Paulus Depok II. Koordinator BPK-PKK Keuskupan Bogor petahana Michael Bambang juga memberikan kata-kata pembuka, bersama dengan para Romo yang telah diundang.

“Itu [Roti dan Anggur] menjadi tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi, karena Roh Kudus,” ucap Romo Agustinus Adri Indiantoro. “Kita menjadi Gereja karena Roh Kudus,” lanjutnya. “Nothing is impossible, kalau Roh Tuhan Bertindak, everything is possible.” Ia tuturkan lagi, sebelum mengakhiri dengan mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-25 pada Gereja St. Matheus.

Selesai kata-kata pembuka dari para Romo dan undangan, Worship Leader Venny Ramirez tidak tunggu lama untuk memulai bernyanyi untuk kemuliaan Tuhan. Meriahnya music, dan antusiasnya para umat tercerminkan di suasana dalam gerja. Dari yang tua bernyanyi dengan semangat, melambaikan tangan dan bertepuk tangan seturut tempo music. “Nyanyilah bersama dengan iringan suling, Haleluya!” nyanyi umat sebagai pembuka, sebuah carik larik lagu Hai Makhluk Semua.

Selagi menyanyikan mengenai Kemuliaan Allah, serta memanggil seluruh umat untuk mendengar suara nafiri dan untuk memberitakan seluruh dunia mengenai Yesus sang Raja, umat mengangkat tangan selagi dengan khidmat meresapi makna lagu. Lampu kemudian dimatikan, membuat sebuah atmosfir gelap sacral yang mengundang umat untuk mendengarkan permintaan Worship Leader akan penyertaan Tuhan. Orasi Ny. Venny menembus jiwa para pendengarnya di kursi umat, hingga tak sedikit umat terlihat meneteskan air mata. Tampaknya, suara singer yang merdu, ditambah dengan keyboardist yang lihai, berhasil menyentuh jiwa-jiwa pendengarnya.

Setelah nyanyian-nyanyian berakhir, Romo Paroki pun naik ke mimbar, membacakan carik dari Yohanes 5, bagaimana Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh, yang tidak mampu, dan membutuhkan penyelamatan. Homili kemudian disampaikan oleh Romo Felix, mengenai bagaimana orang cacat tersebut mampu mendapat perhatian Yesus: Pengharapan dan Iman. Bagaimana Yesus Kristus, sepenuhnya manusia sepenuhnya Tuhan, mampu menyembuhkan segala-galanya hanya dengan kehendak-Nya, dengan syarat: Jangan hilang pada iman dan harapan, janganlah berfokus pada permasalahannya: berfokuslah pada solusinya, Tuhan!

Romo Felix memperdalam hal ini melalui kesaksian Romo sendiri: mukjizat ekaristi, pengalaman beliau melihat penyelamatan melalui Yesus. Saat yang lain mencaci, menyebut orang tersebut berhalusinasi, umat ini tetap percaya, menyebut nama Yesus, Tuhan kita, secara terus menerus. “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin,” nyanyi Romo Felix diselingan homilinya. Bagaimana Tuhan menyembuhkan jantung seseorang, yang dokternya sudah khawatir mengenai clotting, yang seharusnya di bypass, namun Tuhan menghapusnya, melalui Ekaristi. “Tuhan, saya tidak pantas, Tuhan datang kepada saya. Tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh” tampaknya menjadi nyata melalui kejadian ini. Saat dokter menjanjikan Romo 50% kehidupan, 50% kematian, Tuhan mampu menyembuhkan yang sakit.

“Tuhan menyembuhkan, tetapi kita berusaha,” ingat sang Romo, mengingatkan bagaimana sebagian dari kita melepas diri kita dalam kontrol Tuhan, tanpa upaya sama sekali. Romo dengan jantungnya yang dalam bahaya, tetap berolahraga demi keselamatan dirinya sendiri, barulah boleh Tuhan bekerja, bak slogan ora et labora, doa dan kerja.

Sang Romo bercerita mengenai bagaimana orang tuanya berkonflik, lalu berpisah. Selama lima puluh empat tahun beliau tidak bertemu sang ayah. Pertemuan pertama beliau setelah berpisah, beliau mencium kening sang ayah, dan sang ayah mengaku beliau merasa bersalah. Ini menjadi sebuah pencerminan bagi banyak keluarga di manapun juga. Broken Home sering menjadi alasan kita untuk minder, sering menjadi tantangan yang membawa ita pada depresi dan putus asa, tetapi ini adalah suatu tanda, kita lupa akan faktor terpenting: Tuhan. Ingatlah selalu Tuhan dalam perjuangan kita. “Istri bukanlah pembantu, setuju?”  Tanya sang Romo, jawab umat: “Setuju!” Benar adanya hal ini, namun jangan juga lupa, “Tugas Istri adalah taat pada Tuhan, dan taat pada suami,” tambah sang Romo. Jika sang suami meminta istri untuk menyuci baju, maka lakukanlah.

Selesai homili yang penuh dengan isi penting, yang dapat kita jadikan pembelajaran, para Romo kemudian mendoakan para umat secara umum. Barulah kemudian para Romo mendoakan secara khusus yang membutuhkan secara prioritas, yang sakitnya tak kunjung sembuh, yang memiliki beban berat dalam hidupnya.

Saat pemberkatan berlangsung, banyak yang terjatuh dengan sentuhan para Romo, overwhelmed by the Power of Christ, sepertinya frasa yang tepat bagi kejadian ini.

Penulis: Enzo

 

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

spot_img

Latest Posts